Jumat, 04 Januari 2013

Kepincut Jadi Fans JKT48

          Saya akan berbagi pengalaman bagaimana saya bisa kepincut jadi fans JKT48. Pada waktu itu temen-temen saya berbicara tentang JKT48 dan pada waktu itu juga saya tidak tau apa itu JKT48. Setelah saya tanya kepada temen saya ternyata itu sebuah girlband kata temen saya dan saya waktu itu cuma mengabaikan saja pada waktu itu. Ternyata temen-temen saya setiap ngobrol selalu menyelipkan nama member yaitu Nabilah dan Melody, saya masih tetap mengabaikan. Lama kelamaan akhirnya saya mencoba mencari tahu apa itu JKT48 dan akhirnya saya tau ternyata JKT48 adalah sebuah idol group dan sister dari AKB48.AKB48 juga saya tidak terlalu mengerti, tau tentang AKB48 itu pas saya ngfans JKT48.

         Dan pada waktu mencari-cari info tentang JKT48 akhirnya saya ke pincut juga sama member yang namanya melody, pada waktu itu pula saya mencari info berapa total member JKT48. Ternyata totalnya di luar perkiraan ada 24 member, dalam hati saya ini yang 5 orang aja susah ini 24 orang. Pada waktu itu juga saya baca di forum kaskus dan menemukan video JKT48 di mega konser JKT48.

          Dari video itulah akhirnya saya bisa hafal nama-nama member JKT48 dan sekaligus menghafal lagu-lagunya, ternyata lagu-lagunya enak dan membuat kita menjadi semangat. Waktu mendengarkan lagu-lagu JKT48 banyak penonton berteriak-terika kaya semacam yel-yel, setelah mencari informasi ternyata itu adalah Chant, dan dalam hati ini bener-bener berbeda dari pada yang lain dan membuat saya semakin suka. 

          Pertama nge-Live JKT48 itu pas acara JAK-JAPAN Matsuri di monas, dan sebenarnya saya sudah lama pingin nonton konser JKT48 tapi waktu tidak ada dan waktu itu juga Theater belum permanen yang seperti sekarang ini. Setelah nge-Live di monas itu akhirnya saya membeli kaos JKT48 dan nggak afdol juga ngefans masa nggak punya kaosnya itu nggak asik banget, dan setiap JKT48 manggung yang bisa kejangkau saya selalu menonton sampai detik ini. Dan sampai sekarang juga oshi saya tetep Melody gan di karenakan dia seumuran sama saya hahaha. Nah cukup disitu aja pengalam yang bisa saya ceritakan.

Cache Memory

          Cache memory adalah memori yang sangat cepat yang dibangun dalam sebuah central processing unit komputer (CPU), atau ditempatkan dalam chip yang terpisah. Fungsi memori cache untuk menyimpan instruksi yang berulang kali diperlukan dan dapat diakses sangat cepat untuk menjalankan program, memperbaiki sistem secara keseluruhan. Keuntungan dari memori cache adalah bahwa CPU tidak harus menggunakan sistem bus motherboard untuk mentransfer data. Setiap kali data harus melewati bus sistem, kecepatan transfer data memperlambat kemampuan motherboard. CPU dapat memproses data lebih cepat dengan menghindari hambatan yang diciptakan oleh sistem bus.
          Setelah sebagian besar program terbuka dan berjalan, mereka menggunakan sumber daya yang sangat sedikit. Ketika sumber daya ini disimpan dalam cache, program dapat beroperasi lebih cepat dan efisien. Cache dalam sistem komputer yang menjalankan CPU dengan cache kecil bisa memiliki benchmark yang lebih rendah. Cache yang dibangun ke dalam CPU itu sendiri disebut sebagai Level 1 (L1) cache. Cache yang berada dalam sebuah chip yang terpisah di sebelah CPU disebut Level 2 (L2) cache. Beberapa CPU memiliki keduanya, L1 cache dan L2 built-in dan menugaskan chip terpisah sebagai cache Level 3 (L3) cache.
         Cache yang dibangun dalam CPU lebih cepat daripada cache yang terpisah. Namun, cache terpisah masih sekitar dua kali lebih cepat dari Random Access Memory (RAM). Cache lebih mahal daripada RAM tetapi motherboard dengan built-in cache sangat baik untuk memaksimalkan kinerja sistem.
         Disk caching menerapkan prinsip yang sama pada hard disk cache memori yang juga berlaku untuk CPU. Data hard yang sering diakses disk disimpan dalam segmen terpisah RAM untuk menghindari harus mengambilnya dari hard disk berulang-ulang. Dalam hal ini, RAM lebih cepat daripada teknologi piringan CD yang digunakan dalam hard disk konvensional. Situasi ini akan berubah bagaimanapun, sebab hard disk hybrid sudah ada dimana-mana. Disk ini memiliki built-in flash memori cache. Akhirnya, hard drive akan 100% mirip flash drive, menghilangkan kebutuhan untuk RAM disk caching, sebagai flash memory yang lebih cepat dari RAM

Cantiknya Linux Mint 14 Nadia

                Beberapa minggu yang lalu saya mencoba menggunakan sistem operasi Linux Mint 14. Secara tampilan Linux Mint sangat mudah dan cantik tidak bikin pusing soalnya tidak jauh berbeda dengan windows dan membuat Linux Mint ini mendapat peringkat pertama. Linux Mint nomor versi 14 dengan kode nama Nadia, berbasis Ubuntu 12.10 memang sangat cantik dan mudah digunakan bagi para pemula , karena Linux Mint sudah terinstall codec multimedia pada versi DVD. Linux Mint 14 tersedia dalam dekstop environtment cinnamon dan MATE. Pokonya buat yang baru memakai Linux coba aja Linux Mint dan tentunya menyenangkan memakai produk opensource, tanpa harus memebli software legal ataupun membajak. selamat mencoba teman-teman.

Pengalaman Memakai OS Linux Ubuntu 12.04 LTS

          Beberapa minggu yang lalu saya mencoba memakai Operating Sistem Linux Ubuntu 12.04 LTS dan pertama memakai agak-agak bingung. Kenapa saya tertarik untuk memakai Ubuntu karena melihat teman saya sendiri dan tampilannya unik jadi itu yang bikin saya tertarik untuk mencobanya. Pertama memakai terdapat kendala yaitu error tetapi berkat baca-baca dari internet dan teman saya sendiri akhirnya masalah error itu akhirnya bisa di atasi dengan belajar. Nama Ubuntu itu sendiri berasal dari filosofi dari afrika selatan yang berarti "Kemanusiaan Kepada Sesama". Ubuntu di desain untuk kepentingan pengguna personal namun versi server ubuntu juga tersedia dan telah dipakai secara luas. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Itu mungkin sedikit pengalaman saya memakai operating sistem Linux Ubuntu 12.04 LTS semoga kalian tertarik juga untuk menggunakannya.

Jumat, 30 November 2012

Pernikahan Di Bangun Atas Dasar Iman

Pada zaman khalifah Umar bin Khattab, seorang suami hendak menceraikan isterinya.Pesona kecantikan isterinya telah meredup sehingga ghairah cinta kepadanya pun mulai memudar. Umar memberikan nasehat, “Sungguh jelek niatmu. Apakah sebuah rumah tangga hanya dapat terbina dengan cinta? Di mana takwa dan janjimu kepada Allah? Di mana pula rasa malumu kepada
-Nya? Bukankah kamu sebagai pasangan suami isteri, telah saling bercampur dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil perjanjian yang kuat?”

Nasehat Umar bin Khattab di atas menegaskan suatu fondasi yang harus dibangun dalam bangunan pernikahan, yaitu cinta kepada Allah bukan cinta kepada hawa nafsu. Sebab cinta kepada Allah akan melahirkan takwa, yang menjadikannya hati-hati mengarungi samudera kehidupan dalam rangka ketaatan kepada Allah. Cinta kepada Allah melahirkan rasa malu, yaitu malu berbuat maksiat kepada Allah dan malu akan keegoan diri. Dan cinta kepada Allah menjadikan seseorang selalu teringat dan terikat untuk memenuhi janjinya kepada Allah, salah satunya yaitu memperlakukan isteri sesuai dengan hukum Allah sebagai konsekuensi diperbolehkan mencampurinya secara halal.

Sedangkan cinta kepada hawa nafsu akan menghilangkan ruh dari bangunan pernikahan. Kenikmatan pernikahan hanya akan tercipta sepanjang terpenuhinya kebutuhan hawa nafsu, yang secara sunatullah, akan mengalami puncak pemenuhannya kemudian berangsur menurun dan menurun hingga ke titik nadhir dan mengalami kebosanan. Jika hawa nafsu tidak menemukan pemenuhannya, maka ia akan mencari “jalan lain” dengan perselingkuhan. Atau cerai dan nikah lagi, demikian seterusnya. Dan selamanya, tuntutan hawa nafsu itu tidak akan terpuaskan hingga ia berpisah dari jasadnya.

Cinta kepada Allah-lah yang menjaga rumah tangga menjadi rumah tangga yang produktif. Ibarat pohon, ia adalah pohon dengan akar yang kokoh menghujam, cabangnya menjulang ke langit, dan buahnya lezat dan terus berbuah sepanjang musim. Dikatakan bahwa bangunan pernikahan itu adalah setengah dien, sebab dengan membangun rumah tangga maka produktifitas amal kebaikan bisa ditumbuh-suburkan dan ditingkatkan. Rumah tangga adalah sarana untuk menyempurnakan keimanan kepada Allah dan jalan untuk menanam kebaikan di dunia dan mendulang pahala untuk kehidupan akhirat.

Dengan dasar cinta kepada Allah, maka jalan keluar atas permasalahan yang melilit pun diurai dalam bingkai keimanan. Ia tidak menjadi masalah yang ruwet karena dengan keimanan jiwa-jiwa akan menjadi lapang dan tidak terjebak oleh dorongan hawa nafsu yang selalu memprovokasi kepada keretakan rumah tangga.

Ada kisah menarik yang menjadi cerminan saya. Saya mendapatkan pelajaran berharga dari kisah ini.
Seseorang bermaksud menghadap Umar bin khattab hendak mengadukan perangai buruk isterinya. Sesampai di pintu rumahnya, ia mendengar isteri Umar mengomeli Umar sang khalifah itu, sementara Umar sendiri hanya berdiam saja tanpa memberikan reaksi apa-apa. Di depan pintu rumah Umar itu, ia bergumam, “Kalau keadaan Amirul Mukminin saja begitu, bagaimana halnya dengan aku?” Ia pun beranjak pergi. Namun bersamaan dengan itu Umar keluar. Umar pun memanggilnya, “Ada keperluan penting?”

Ia menjawab, “Ya Amirul Mukminin, kedatanganku ini sebenarnya hendak mengadukan perihal isteriku lantaran suka memarahiku. Tetapi begitu mendengar isterimu sendiri berbuat seperti itu, maka aku bermaksud kembali. Dalam hati aku berkata, kalau keadaan Amirul Mukminin saja begitu, bagaimana halnya dengan diriku.”

Umar berkata, “Saudaraku, sesungguhnya aku rela menanggung perlakuan seperti itu dari isteriku karena adanya beberapa hak yang ada padanya. Ia selalu bertindak sebagai juru masak makananku. Ia selalu membuatkan roti untukku. Ia selalu mencuci pakaian-pakaianku. Ia menyusui anak-anakku. Padahal semua itu bukan kewajibannya. Aku cukup tenteram tidak melakukan perkara haram lantaran pelayanan isteriku, karena itu aku menerima sekalipun dimarahi.”

Orang itu berkata, “Amirul Mukminin, demikian pulakah terhadap isteriku?” Jawab Umar, “Ya, terimalah marahnya karena yang dilakukan isterimu tidak akan lama, hanya sebentar saja.”

Kita sangat patut bercermin kepada Sahabat Umar -termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga-dalam menyikapi kehidupan berumah tangga.

Kini, betapa sering kita menyaksikan bangunan pernikahan yang retak hanya karena masing-masing merasa tidak dihargai, dibenci, dan dimarah-marahi. Terlebih jika seorang suami yang dimarah-marahi, pasti ia akan merasa harga dirinya menjadi rendah, malu, dan kemudian terdorong hatinya untuk pindah ke lain hati. Bukankah tidak sulit seorang laki-laki untuk melakukan hal itu?

Tetapi yang dilakukan Umar, seorang Amirul Mukminin kuat, keras pendirian, dan banyak ditakuti oleh musuh (termasuk oleh syaitan) itu -tidaklah demikian. Beliau sangat memahami konsekuensi dari perjanjian yang kuat (mistsaqan ghalidzan) itu. Beliau pun menyadari akan kebaikan-kebaikan yang dilakukan isterinya dan mengedepankan kebaikan-kebaikan itu di atas kelemahan-kelemahan yang beliau miliki.

Alangkah baiknya, demi melanggengkan bahtera pernikahan, seorang suami selalu mengingati kebaikan-kebaikan isterinya. Tanpa kebaikan seorang isteri, bisa jadi nafkah yang diberikan setiap bulan oleh seorang suami rasanya tidak akan pernah cukup. Seorang suami harus menggaji orang untuk memasak, mencuci, membersihkan rumah, menjaga anak-anak, dan pekerjaan lainnya. Seorang suami juga harus menyediakan fasilitas rumah, pakaian, makanan, dan kebutuhan lain dari isteri secara layak dan memadai. Pendek kata, tugas isteri adalah berhias dan melayani kita dengan sebaik-baiknya, yang lain (terutama mencari nafkah untuk optimalisasi tugas isteri tersebut) adalah tugas dan tanggungjawab suami.

Jika seorang suami merasa belum bisa mencukupi kebutuhan isteri, lebih-lebih sang isteri harus membanting tulang membantu suami mencari nafkah, maka selayaknya ia harus berkaca dari kelemahannya itu demi menumbuhkan penghargaan terhadap sang isteri. Tentu saja, sang isteri juga harus memahami bahwa dengan posisi lebihnya itu ia tidak bisa memaki seenak hati. Ia tetap dianjurkan taat kepada suami demi mendapatkan keridhaannya.

Tahajud Menurut Nabi Muhammad SAW

“Barang siapa laki-laki maupun perempuan,yang dikaruniai shalat Tahajud,maka ia akan bangun karena Allah dengan penuh keikhlasan,wudhu sempurna,mendirikan shalat,serta mata berlinang air mata.Maka Allah akan menempatkan di belakangnya sembilan shaf dari para malaikat yang setiap shafnya tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah SWT.Satu shaf itu ada
diujung timur dan yang lain di barat.Jika ia selesai tahajud,maka dicatat derajat menurut bilangan para malaikat tersebut.”
Subhanaalah…

Nabi Muhammad SAW menerangkan shalat Tahajud adalah:
- sarana meraih keridhaan Allah SWT
- Kecintaan para malaikat
- Cahaya pengetahuan
- Pokok keimanan
- Istirahat untuk tubuh
- Kebencian setan
- Sarana terkabulnya doa
- Sarana diterimanya amal
- Keberkatan bagi rezeki
- Syafaat antara yang melaksanakan dan malaikat maut
- cahaya di kuburan
- Jawaban bagi Munkar dan Nakir
- Teman dan penjenguk di kubur hingga hari kiamat
- Menjadi pelindung bagi pelaksananya
- Penghalang antaranya dan neraka
- Pemberat timbangan kebaikan
- Ijin melewati shirathal mustaqim

Ujian Kehidupan

       Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Imam asy Syafi’i, “Wahai Abu Abdillah, manakah yang lebih baik bagi seseorang dibiarkan atau diuji?” Al Imam asy Syafi’i menjawab, “Tidak mungkin seseorang itu dibiarkan hingga ia diuji, sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menguji Nabi Nuh, Ibrohim, Musa, ‘Isa, dan Nabi Muhammad sholawatullah ‘alaihim ajma’in. Maka tatkala m
ereka bersabar, Allah mengokohkan mereka. Tidak boleh seorang pun mengira akan lepas dari kesusahan.

       ” Al Allamah Ibnul Qoyyim mengatakan, “Ujian merupakan suatu keharusan yang menimpa manusia dan tidak ada seorang pun yang dapat mengelak darinya, oleh karenanya Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam Al Qur’an tentang keharusannya menguji manusia…” (Madarijus Salikin 2/283).

       Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (adzab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.” (QS Al Ankabuut: 1-4).