Banyak fans yang baru pertama kali denger nama Dream Theater group Progressive Rock asal New York lewat album kedua mereka ini. Sebuah masterpiece dengan tingkat kesulitan cukup tinggi ini seakan menjadi kesenangan yang menyegarkan di antara gempuran musik grunge di awal dekade 90-an. Images and Words yang memulai deburan ombak musik Dream Theater mengguncang dunia dan membuatnya tetap menjadi salah satu album legendaris masa.
Pull Me Under : merupakan lagu pembukaan yang tepat dengan beratnya riff gitar John Petrucci. Uniknya menjelang lagu yang meledak-ledak dan lagu yang berdurasi 8 menit dan hampir diberi judul Olivers Twist ini berhenti mendadak. Lirik lagu yang ditulis oleh kibordis Kevin Moore yang terinspirasi dari karya tulis Hamalet yang dibuat oleh pujangga William Shakespeare ini bercerita tentang kematian yang datang secara tiba-tiba. Versi komersil dari lagu 8 menit ini adalah 4:48 yang dibuat dalam bentuk video clip untuk MTV di mana vokalis James LaBrie terlihat mengenakan t-shirt Napalm Death.
Another Day : lirik sedih ditulis oleh John Petrucci didasari oleh perjuangan ayahnya terhadap sakit kanker. Saxofon sopran yang dimainkan oleh bintang tamu Jay Beckenstein (Spyro Gym) dan gitar akustik (yang dimainkan dari gitar elektrik) menjadi bumbu atas hidangan indah dan megah dari lagu ballad ini. Contoh penulisan lagu lagu yang ortodok tapi teteap abadi sepanjang masa. Lengkingan suara James LaBrie juga mampu melambung tinggi di atas awan. Awalnya Dream Theater memperediksi lagu ini yang menjadi pilihan pendengan radio dan penonton MTV, tapi ternyata Pull Me Under yang menjadi suaranya.
Take The Time : hampir diberi judul Grab That Feel Kaerana proses pembuatan liriknya merupakan gabungan dari tiap personil Dream Theater yang menggambarkan perasaan mereka yang sempat frustasi panjang karena pencarian vokalis baru (Sebelum menemukan James LaBrie). Versi live lagu ini CD Once In a Live Time John Petrucci menyelipkan solo lagu Free Bird dari Lynyrd Skynyrd.
Surrounded : sempet sering diputar di radio-radio. Bentuk seni yang indah terbuang kedalam lagu 5 menit di mana intro synthesizer-nya mengingatkan kita pada lagu Loreli dari Styx. Laguspiritual yang enak buat penghantar tidur ini sering didedikasikan untuk Arthur Ashe (Pemain tennis pro) yang meninggal tragis karena AIDS dan sering dikolerasikan deangan lagu Learning To Live.
Metropolis Part 1 : The miracle and the sleeper bisa jadi merupakan preview dari album di kemudian hari di tahun 1999 yaitu "Metropolis Part 2" Scenes From A Memory. Lagu Metropolis diciptakan saat Chris Dominici masih menjadi lead Vocalist, namun diubah struktur lagu dan liriknya saat Chris dipecat dari band. Ibaratnya, karena saking paling seringnya dibawakan live msekipun memiliki tingkat teknikalitas tinggi dan banyak ketukan-ketukan tak lazim dari drummer Mike Portnoy, Dream Theater pun mampu membawakan lagu ini sambil tidur. Kabarnya penggunaan judul part1 tersebut merupakan sisi humor dari band ini. yang hanya bertujuan menciptakan suasana yang menggantung. Pada saat diciptakan part 2 saat rekaman album falling into infinity, hasil nge-jam lagu 20 menit dianggan mampu menghasilkan sebuah konsep tersendiri.
Under A Glass Moon : Sering dipakai menjadi lagu pembuka konser awal Dream THeater, terutama tour untuk album Images and Words dan Awake. Lagu ini pada awalnya diberi judul sementara yaitu The Battle of Jimmy Cocoa Fishface.
Wait For Sleep : lagu romantis ini ditulis seluruhnya oleh Kevin Moore (tentang pacarnya yang sempet ragu atas sebuah komitmen)dan cuplikan liriknya diangkat menjadi judul album Dream Theater ini.
Learning To Live : lagu terakhir dari sebuah album yang dinamis dan fase pertama liriknya dikutip langsung dari buku Atlas Shrugged karangan Ayn Rand (halaman 211 dari edisi 100 tahun buku tersebut) sisanya ditulis oleh John Myung tentang virus AIDS dan akibat epidemiknya. Lagu ini sempat diberi judul Creep with Tonality. Seperti umum lagu progresif yang memiliki struktur yang unik, lagu ini dimulai dimenit 4:45 kemudian James LaBrie berhenti bernyanyi dan semua instrumen bebas bermain. Di menit 6:58 James LaBrie kembali bernyanyi tanpa kata-kata sampai ke titik not suara yang tinggi bersamaan dengan klimax lagu ini disusul dengan solo gitar John Petrucci kemudian dilanjutkan dengan instrumental samapi menit 9:35 ketika James LaBrie masuk lagi untuk menutup lagu. Sekitar menit 8:10 dan 8:35 kunci lagu wait for sleep kembali terdengan. Sungguh indah dan megah dari awal hingga akhir non stop.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar